Tutorial Laravel & Inertia.js #2 : Installasi dan Persiapan Laravel


Fika Ridaul Maulayya
Full-Stack Web Developer, Content Creator and CO-Founder Santri Koding. I share everything i know with Articles, Screencasts and E-Books at SantriKoding.com

Halo teman-teman semuanya, sebelumnya kita sudah berkenalan dengan Inertia.js dan sekarang kita akan lanjutkan belajar untuk melakukan proses installasi project Laravel baru, dimana project ini nanti akan kita kombinasikan dengan Inertia.js akan dapat menghasilkan sebuah aplikasi berbasis SPA atau Single Page Application dengan lebih mudah dan cepat.

Sebelum kita mulai membuat project baru dengan Laravel, maka kita perlu melakukan installasi Composer terlebih dahulu. karena kita akan membuat project Laravel tersebut menggunakan Composer.

Untuk installasi Composer, silahkan bisa ikuti langkah-langkahnya sesuai dengan sistem operasi yang digunakan :

Untuk mengetahui apakah Composer berhasil terinstall, kita bisa menjalankan perintah berikut ini di dalam terminal/CMD :

composer

Langkah 1 - Membuat Project Laravel Dengan Composer

Setelah berhasil melakukan proses installasi Composer, maka sekarang kita sudah bisa membuat project Laravel baru menggunakan Composer.

Silahkan masuk ke dalam folder dimana kita akan menyimpan project-nya dan jalankan perintah berikut ini di dalam terminal/CMD :

composer create-project laravel/laravel:^8.0 laravel-inertia

Perintah di atas kita gunakan untuk menginstall project Laravel baru dengan versi 8.x dan kita berikan nama project tersebut dengan laravel-inertia.

CATATAN: minimal versi PHP yang digunakan adalah 7.3

Langkah 2 - Menjalankan Project Laravel

Setelah project berhasil terinstall, maka sekarang kita akan lanjutkan untuk belajar menjalankan project tersebut agar dapat diakses melalui web browser. Silahkan jalan perintah berikut ini di dalam terminal/CMD :

cd laravel-inertia

Perintah cd di atas digunakan untuk masuk ke dalam sebuah folder dan folder yang akan dituju adalah laravel-inertia.

Kemudian, untuk memastikan kita sudah berada di dalam folder project, kita bisa jalankan perintah berikut ini di dalam terminal/CMD :

ls

Jika berhasil, maka kurang lebih seperti berikut ini :

Kemudian, untuk menjalankan project Laravel, silahkan jalankan perintah berikut ini di dalam terminal/CMD :

php artisan serve

Jika berhasil, maka project Laravel akan di jalankan di dalam localhost dengan port 8000, kita bisa membukanya di browser dengan mengetikkan http://localhost:8000 dan kurang lebih seperti ini hasilnya :

Langkah 3 - Konfigurasi Database

Setelah berhasil menjalankan project Laravel, maka sekarang kita akan lanjutkan belajar bagaimana cara melakukan konfigurasi koneksi database di dalam Laravel.

Silahkan buka project-nya menggunakan Text Editor dan buka file .env kemudian cari kode berikut ini :

DB_DATABASE=laravel
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=

Dan silahkan ubah menjadi seperti berikut ini :

DB_DATABASE=db_laravel_inertia
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=

Di atas, untuk DB_DATABASE merupakan nama database yang akan kita gunakan nanti, dan di atas kita atur dengan nama db_laravel_inertia.

Kemudian untuk DB_USERNAME silahkan disesuaikan dengan konfigurasi dari MySQL masing-masing, jika menggunakan XAMPP, maka secara default adalah root.

Dan untuk DB_PASSWORD silahkan disesuaikan juga dengan konfigurasi dari MySQL dan jika menggunakan XAMPP, maka defaultnya adalah kosong atau tidak perlu diisi.

Setelah berhasil melakukan konfigurasi koneksi database di dalam project Laravel, maka sekarang kita lanjutkan untuk membuat database-nya melalui PhpMyadmin atau Database manager lainnya.

Silahkan buka PhpMyadmin melalui browser dengan mengetikkan http://localhost/phpmyadmin dan silahkan buat database baru dengan nama db_laravel_inertia, dimana namanya sesuai dengan yang kita konfigurasi di atas sebelumnya.

Langkah 4 - Membuat Model dan Migration

Sekarang kita akan lanjutkan belajar bagaimana cara membuat Model dan Migration baru di dalam Laravel. Silahkan jalankan perintah berikut ini di dalam terminal/CMD dan pastikan menjalankannya di dalam project Laravel :

php artisan make:model Post -m

Perintah di atas digunakan untuk membuat model baru dengan nama Post dan diikuti dengan flag -m yang artinya akan dibuatkan sebuah migration untuk model tersebut. Dan jika perintah di atas berhasil, maka kita akan mendapatkan 2 file baru, yaitu :

  • app/Models/Post.php
  • database/migrations/2021_05_29_015152_create_posts_table.php

Untuk nama file migration akan random sesuai dengan tanggal pembuatannya.

Kita lanjutkan, pertama kita akan lakukan konfigurasi untuk model Post terlebih dahulu. SIlahkan buka file app/Models/Post.php kemudian ubah kode-nya menjadi seperti berikut ini :

<?php

namespace App\Models;

use Illuminate\Database\Eloquent\Factories\HasFactory;
use Illuminate\Database\Eloquent\Model;

class Post extends Model
{
    use HasFactory;
    
    /**
     * fillable
     *
     * @var array
     */
    protected $fillable = [
        'title', 'content'
    ];
}

Dari perubahan kode di atas, kita tambahkan sebuah properti baru dengan nama $fillable, properti tersebut digunakan untuk mengizinkan sebuah attribute agar dapat menyimpan data ke dalam database. Dan di dalam properti tersebut kita berikan dua value, yaitu title dan juga content.

Properti $fillable ini dinamakan dengan Mass Assigment di dalam Laravel.

Selanjutnya, kita akan menambahkan attribute baru di dalam file migration. Silahkan buka file database/migrations/2021_05_29_015152_create_posts_table.php dan pada function up silahkan ubah menjadi seperti berikut ini :

public function up()
{
  Schema::create('posts', function (Blueprint $table) {
     $table->id();
     $table->string('title');
     $table->text('content');
     $table->timestamps();
  });
}

Di atas, kita menambahkan 2 attribute baru yaitu title dan content.

Setelah itu, kita akan menjalankan proses migrasi agar kita mendapatkan table-table baru di dalam database, table-table ini akan digenerate dari file migration yang sudah kita buat di atas.

Silahkan jalankan perintah berikut ini di dalam terminal/CMD dan di dalm project Laravel tentunya :

php artisan migrate

Jika perintah di atas berhasil, maka kita akan mendapatkan table-table baru di dalam database, kurang lebih seperti berikut ini :

Di atas kita bisa lihat ada beberapa table yang berhasil di generate oleh perintah command php artisan migrate, termasuk table posts juga.

Sampai disini pembahasan tentang installasi, konfigurasi database dan membuat model beserta migration di dalam project Laravel, di artikel selanjutnya kita akan belajar bagaimana cara installasi dan konfigurasi Inertia.js "server-side" di dalam Laravel.

Terima Kasih



Fika Ridaul Maulayya
Full-Stack Web Developer, Content Creator and CO-Founder Santri Koding. I share everything i know with Articles, Screencasts and E-Books at SantriKoding.com

Suka dengan tulisan di SantriKoding? Kamu bisa memberikan dukungan dengan berdonasi atau bagikan konten ini di sosial media. Terima kasih atas dukungan Anda!

KEBIJAKAN KOMENTAR

Saat memberikan komenatar silahkan memberikan informasi lengkap tentang error, seperti: screenshot, link kode, dll. Baca aturan komentar kami

KOMENTAR